oleh

Residivis Dua Kali, Oknum ASN Kedapatan Mencuri, Diduga Masalah Ekonomi

SULSEL|PAREPARE, BestNews19 — Ternyata menjadi Seorang Abdi Negara tidak menjamin kehidupan yang serba mencukupi.

Seperti yang terjadi pada salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), EN (39) yang bertugas sebagai staf umum di Kantor Kecamatan Bacukiki Barat kota Parepare, diringkus Polsek Ujung usai dilaporkan warga atas kasus pencurian yang terjadi di Jalan Mangga Tengah Kelurahan Labukkang Kecamatan Ujung, Sabtu 13 November 2021, pukul 11.30 WITA.

Dari keterangan polisi, pelaku mengakui perbuatannya bahwa dirinya melakukan aksi pencurian dengan cara awalnya masuk dengan membuka pintu gerbang yang tidak terkunci.

Alhasil, pelaku mengambil enam buah tabung gas dan satu karung beras berat 50 kilogram, yang kemudian menjualnya.

Kepala Polsek Ujung Polres Parepare, AKP Muhammad Anwar mengungkapkan, kronologis penangkapan oknum ASN diawali laporan daripada korban yang datang ke Polsek Ujung bahwa di rumahnya telah terjadi pencurian.

“Laporan tersebut kami terima dengan cepat tim langsung ke TKP di jalan Mangga Tengah untuk melakukan olah TKP. Dan ternyata kebetulan ada CCTV, tim melakukan pengecekan. Dan dengan cermat di situ ada titik terang bahwa yang diduga sebagai pelaku dengan ciri ciri seperti ini,” ujarnya.

Usai melihat kejadian melalui CCTV, tim Polsek Ujung melakukan Lidik untuk pengungkapan pelaku pencurian ini.

Tim Polsek Ujung menuju alamat rumah pelaku yang berada di Jalan Langsat, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat untuk meringkus pelaku.

“Usai data, informasi maupun ciri-ciri terduga pelaku diketahui, pada sabtu pukul 22.00 wita, tim melakukan lidik di sekitaran rumah terduga yang dicurigai. Dan yang bersangkutan kebetulan terlihat berjalan kaki sedang menuju rumahnya, Tim langsung melakukan penangkapan dan di bawah ke Mapolsek Ujung,” terangnya.

Dari pengakuan pelaku, alasan melakukan aksi pencurian karena persoalan ekonomi.

“Alasannya jelas masalah ekonomi. Mungkin dari segi kehidupannya masih perlu tambahan daripada pekerjaannya sebagai ASN,” jelasnya.

Pelaku ini merupakan residivis, pernah melakukan hal yang sama di tahun 2015 dengan vonis 7 Bulan Penjara dan pada Tahun 2017 dengan vonis 10 bulan Penjara.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara (V-Sanji/D-Je/.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed