oleh

Cegah Stunting Sedini Mungkin. Puspaga Peduli Ta’ Sosialisasi di Empat Kecamatan kota Parepare

SULSEL|PAREPARE, BestNews19 — On the Road di empat Kecamatan kota Parepare, Pusat Pembelajaran Keluarga dan Layanan Konseling Keluarga Terintegrasi (Puspaga PeduliTa’) Kota Parepare dukung pemerintah cegah stunting, melalui kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tingkat kecamatan dan kelurahan, serta PKK Remaja, Sabtu 20 November 2021.

Kegiatan dikomandoi Ketua Puspaga Peduli Ta’, Sriyanti Ambar dan melibatkan beberapa penyuluh antaranya Sekretaris Puspaga Peduli Ta, Ayu Dwi Putri Skm Mph dengan materi penyebab stunting. Dalam penjelasannya ada tiga faktor penyebab stunting antaranya, kurang gizi (malnutrisi), Faktor pola asuh atau kondisi ibu yang terlalu muda atau jarak kehamilan terlalu dekat, dan ketiga rendahnya akses sanitasi yang bersih dan layak.

Penyuluh lainnya, Koordinator Peduli Lansia Ta’, Armayani Sfarm dengan materi pencegahan Stunting menggunakan ramuan sehat dari tanaman obat. Yang ke depannya akan dibentuk kelompok masyarakat lansia untuk meramu tanaman obat.

Ketua Puspaga Peduli Ta’ Kota Parepare, Sriyanti Ambar, mengatakan Puspaga Peduli Ta on the road merupakan program kerja tetap dan kali ini mengangkat tema dukung pemerintah cegah stunting*.

Olehnya itu, Puspaga Peduli Ta’ mengambil peran dalam mengupayakan penurunan angka stunting melalui edukasi dan pembelajaran yang dimulai dari keluarga

“Puspaga Peduli Ta’ dalam hal ini mengambil peran dalam mencegah stunting di kota Parepare. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan Puspaga Peduli Ta’ ini di tingkat Kecamatan dan kelurahan supaya masyarakat kota parepare bisa memanfaatkan layanan yang tersedia, salah satunya konseling secara gratis. Sangat disayangkan ketika layanan yang bermanfaat ini tidak dimanfaatkan okeh masyarakat,” jelasnya.

Salah satu hasil dari on the road yang didapatkan, kata Sriyanti, ada satu wilayah kecamatan yang telah melakukan pengukuran dan didapatkan perbedaan panjang badan yang kurang dari pengukuran sebelumnya.

“Hal ini terjadi dimungkinkan karena faktor ketersediaan sarana dan prasarana termasuk alat pengukuran yg telah terstandar. Selain itu juga merujuk pada edaran bapak Gubernur Sulsel Dan TP PKK Sulsel dalam waktu dekat ini DP3A bersama PKK Kota Parepare akan menyelenggarakan Bimtek untuk para kader dengan menghadirkan narasumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Sulsel yang salah satu materinya adalah teknik pengukuran dan standarisasi Alat Ukur,” terangnya.

Ia pun berharap kepada Kader PKK dan PKK Remaja agar ini bisa dimaksimalkan dan menjadi penyambung agar menyampaikan informasi ini hingga tingkat terbawah.

“Termasuk diupayakan kader-kader posyandu bisa mampu mengajak warga di wilayah sekitar ia bertugas agar mau secara mandiri dan sadar untuk membawa anak balitanya ke Posyandu. Termasuk diharapkan kepada bapak-bapak agar menemani istrinya ketika mengantarkan anaknya ke posyandu supaya mereka juga bisa tahu tentang perkembangan kesehatan anaknya,” harapnya. (V-Sanji).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed