MAKASSAR, BestNews19.com – Pemerintah Kota Makassar telah melaksanakan seleksi lelang jabatan pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD).
Saat ini ada 36 posisi direksi dan dewas yang dibuka untuk enam BUMD yakni PD Parkir Makassar Raya, PDAM Makassar, PD Pasar, PD Terminal Makassar Metro, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan Rumah Potong Hewan (RPH).
Namun, ada calon direksi PDAM Kota Makassar pernah di drop out atau DO di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin bernama Ayman Adnan.
Menyikapi hal tersebut, Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, Muhammad Natsir mengatakan, setiap direksi atau pimpinan badan usaha milik daerah di Kota Makassar harus memiliki latar belakang pendidikan jelas.
Artinya, jelas Muhammad Natsir, calon pimpinan BUMD harus memiliki ijazah yang didapatkan dengan cara baik.
“Sangat disayangkan jika figur atau orang yang akan menjadi pejabat publik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Makassar mdengan kualifikasi atau kompetensi pendidikan di bawah rata-rata,” ujarnya.
KAHMI Sulsel merekomendasikan, jelas Muhammad Natsir, setiap pimpinan BUMD di Kota Makassar punya kompetensi pendidikan di atas rata-rata. Sebab, beberapa BUMD seperti PDAM Kota Makassar harus dinahkodai orang yang memiliki gagasan tentang pengembagan bisnis. Sehingga, basic pendidikan harus menjadi dasar memilih pemimpin BUMD seperti PDAM Kota Makassar.
“Selaku Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, saya mendorong Natsar Desi yang juga keluarga organisasi hijau hitam ini untuk dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Makassar menjadi direksi di PDAM,” ujarnya.
Tak hanya itu, Muhammad Natsir juga mendorong setiap anggota KAHMI seperti Suwarno Sudirman menjadi bagian dari BUMD Kota Makassar (Rls/Dje,).






