KALTIM, BestNews19.com – AGSI Kalimantan Timur antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh AGSI Pusat dengan mengirimkan peserta terbanyak.
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring menggunakan sistem sinkronus (zoom meeting) dan asinkronus (Google Meet), Rabu-Minggu (2-6/8/2023) (05/08/2023).
13 peserta AGSI Kalimantan Timur, terlihat antusias mengikuti seluruh materi dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dalam pelatihan tersebut. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran bahwa kondisi zaman yang semakin maju menuntut guru sejarah harus mampu beradaptasi.
Dengan kemampuan membuat desain grafis, membuat rilis berita tentunya akan sangat menunjang kinerja guru sejarah. Baik dari kemampuan manajemen kelas, maupun kemajuan karir.
Dengan kemampuan desain grafis, diharapkan mampu menarik minat siswa untuk mulai membaca. Dimana saat ini, berdasarkan riset BPS tahun 2022 disebutkan tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia secara keseluruhan berada di angka 59,52% dengan durasi membaca 4-5 jam per minggu dan 4-5 buku per triwulan.
Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma dalam sambutan kegiatan ini mengungkapkan, sejarah harus membuka diri dan inklusif terhadap disiplin ilmu yang lain termasuk jurnalistik.
“Perjuangan AGSI akan menjadi jejak sejarah. Guru sejarah bukan katak dalam tempurung. Julius Cesar, Tirto Adi Suryo, jurnalistik relevan dengan literasi.” Kata dia.
Prinsip jurnalistik menopang kemampuan kita untuk melakukan riset. Nenek moyang kita sebelum mengenal tulisan huruf menggunakan gambar sebagai karya jurnalistik.” Ujarnya.
Guru sejarah membuat desain untuk post milenial yang rendah literasi. Jurnalistik merupakan bukti eksistensi sebuah peristiwa.” Tegas Sumardiansyah.
Ketua Panitia Marfianto menambahkan, merasa terharu dengan antusias pesrta dari seluruh Indonesia untuk mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik ini, khususnya AGSI Kalimantan Timur yang mengirim peserta terbanyak.”
Kaltim 13 peserta terbanyak. Kami menginginkan tips trik membuat flayer yang baik, sebagai sarana informasi dan publikasi guru sejarah “ ujar Marfianto.
Sementara menurut Joni yang merupakan Ketua AGSI Kaltim, merasa bahwa memang kegiatan pelatihan jurnalistik ini sangat menarik minat guru-guru sejarah yang ada di Kalimantan Timur untuk berpartisipasi aktif.
Bahkan sebelumnya masih ada yang masih ingin mendaftarkan diri sebagai peserta. Hanya saja, ada yang terkendala dalam melakukan registrasi dan juga diakibatkan dibatasinya jumlah peserta hanya 90 orang.” Tutupnya (Iw4n/B05Q).






