PINRANG, BESTNEWS19 – Dalam rangka melakukan penanganan radikalisme, separatisme dan terorisme menjelang pemilu tahun 2024 mendatang.
Pihak Kesbangpol Kabupaten Pinrang yang dipimpin langsung Kaban Kesbangpol Syahrir Pawittoi bersama Kapten Cba Ridwan, Pasi Inteldim 1404/Pinrang, Ketua FKUB Pinrang Sulaiman Toha, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Pinrang Saifullah Akbar Asyikin serta para perwakilan dari tokoh Masyarakat, pemuda juga agama menggelar kegiatan rapat koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.”
Kegiatan yang mengangkat tema “Sinergitas Aparatur Pemerintah Daerah Dengan Masyarakat Dalam Penanganan Radikalisme, Separatisme Dan Terorisme Menjelang Pemilu 2024″ dipusatkan di Hotel Edotel UPT SMK N 2 Pinrang Kelurahan Salo Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang (12/12/2023).
Kaban Kesbangpol Pinrang dalam sambutannya menjelaskan, tujuan dari Rakor ini untuk mendorong terciptanya stabilitas dan keamanan serta terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di daerah serta mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan juga Gangguan (ATHG) menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 di wilayah Kabupaten Pinrang.”
Dia lanjutnya, besar harapan kita semua bahwa sangat perlu adanya stabilitas daerah melalui pendeteksian dan pencegahan dini sebagai salah satu sarana integritas dalam mengantisipasi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) dengan mengoptimalkan peran forum dialog masyarakat yang sudah ada seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang kita laksanakan saat ini.”
Kaban Kesbangpol menambahkan, FKDM ini akan berperan dalam melakukan pencegahan dan pendeteksian dini terhadap potensi konflik yang terjadi dan mengganggu kondusivitas wilayah menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.”
Olehnya itu kata dia, untuk memaksimalkan peran FKDM dalam pendeteksian dan kewaspadaan dini di masyarakat, maka perlu sinergitas antara Bakesbangpol Pinrang dengan pemangku wilayah di Kabupaten Pinrang.”
Senada dengan itu Saifullah Akbar Asyikin, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Pinrang juga mengatakan “rakor ini bertujuan agar FKDM dapat memberikan gagasan informasi sedini mungkin bagi pemerintah untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menindaklanjuti kejadian atau masalah yang terjadi di lapisan masyarakat khususnya potensi-potensi yang berpeluang menganggu pesta Demokrasi 2024 mendatang.”
Saifullah berharap FKDM ini akan menjadi garda terdepan untuk mitra kerja bagi pemerintah sebagai mata dan telinga yang berada ditengah-tengah masyarakat dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman yang akan terjadi pada pelaksanaan Pemilu 2024.”
Ditambahkan Kapten Cba Ridwan, Pasi Inteldim 1404/Pinrang, selaku pemateri pada kegiatan tersebut mengatakan, radikalisme, separatisme dan terorisme itu adalah paham yang menghendaki perubahan secara mendasar serta berpengaruh terhadap sistem kedaulatan negara yang mengancam ideologi Pancasila.”
Ada empat faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya radikalisme antara lain, Instabilitas Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Kurangnya Wawasan Kebangsaan.”
Sedangkan untuk Pemetaan radikalisme itu sendiri ujarnya dibagi dalam tiga bagian yakni, radikal kanan yang berfokus pada basis isu agama atau syariat agama, radikal kiri yang berfokus pada basis hal pluralisme serta sekulerisme (paham komunis), dan terakhir radikal lainnya yang mana berfokus pada Pro demokratisasi dan separatisme.”
Ciri orang yang terindikasi paham radikal kata dia, dapat dilihat dari perubahan signifikan pada sifat, sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.” Tutupnya (73n9).






