PINRANG, BESTNEWS – Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan angka balita stunting di Indonesia yaitu 30,8%. Angka tersebut masih di atas batasan yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) untuk Negara Berkembang yaitu 20%. (09/12/20204).
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Indonesia menjadi salah satu negara dengan masalah stunting. Prevalensi stunting di Indonesia berada pada posisi ke-115 dari 151 negara di dunia.
Pihak Kesehatan Dinas Kabupaten Pinrang bersama PKM Teppo untuk mengantisipasi stunting di Kecamatan Patampanua kembali menggelar kegiatan sosialisasi Stunting di kantor Kecamatan Patampanua.”
Pada kegiatan sosialisasi Stunting itu kepala Desa Masolo yang hadir menjelaskan bahwa focus kegiatan sosialisasi ini yaitu melakukan penyuluhan mengenai stunting.
Penyebab stunting, dampak stunting, gejala, dan cara pencegahan stunting dengan menerapkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).”
Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting dan diharapkan para ibu lebih tanggap tentang ancaman bahaya stunting.” kata Abd Salam.
Kepala desa Masolo akan selalu siap bersinergi bersama pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang dan PKM Teppo dalam menanggulangi serta mencegah terjadinya stunting (945).











