SIDRAP, BESTNEWS – Warga Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, digemparkan oleh penemuan empat jenazah di lokasi yang berbeda namun dalam waktu yang hampir bersamaan, Kamis (15/05/2025).
Penemuan ini tengah diselidiki oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sidrap.
Tiga dari empat jenazah yang ditemukan diketahui merupakan seorang ibu dan dua anak.
Satu korban ditemukan di saluran irigasi Desa Tallumae, Kecamatan Watang Sidenreng, sementara dua lainnya masing-masing ditemukan di Desa Allakuang dan Desa Sereang, Kecamatan MaritengngaE.
Satu jenazah lainnya yang diketahui merupakan pria lanjut usia, ditemukan di dalam rumahnya di Kelurahan Wala, Kecamatan Watang Sidenreng.
Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, saat ditemui di ruang pemulasaraan jenazah RS Nemal Sidrap, membenarkan adanya temuan empat jenazah dengan lokasi yang berbeda.
“Tiga jenazah yang ditemukan di saluran irigasi teridentifikasi sebagai seorang ibu dan dua anak. Identifikasi ini diperoleh dari keterangan suami korban. Sementara korban lansia ditemukan di rumahnya dan masih dalam proses identifikasi lebih lanjut,” jelas Setiawan.
Menurut keterangan suami korban yang berinisial SN (32), dirinya tidak langsung melaporkan kehilangan istri dan anak-anaknya karena keterbatasan ekonomi.
Dia mengaku terakhir kali melihat keluarganya pada Selasa dan sejak itu mereka menghilang.
Ia baru mengetahui keberadaan jenazah istri dan anaknya setelah melihat unggahan di Instagram yang memuat penemuan jenazah di saluran irigasi.
Ia kemudian datang ke RS Nemal untuk memastikan dan membenarkan bahwa korban adalah keluarganya.
Suami korban juga mengungkapkan bahwa istrinya memiliki riwayat penyakit, namun ia tidak mengetahui secara pasti jenis penyakit tersebut.
Identitas ibu dan anak yang telah terverifikasi adalah LP (24) dan AF (4). Sementara satu jenazah lainnya yang ditemukan bersama mereka masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.
Polres Sidrap menyatakan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif serta kronologi kejadian yang menewaskan keempat korban tersebut. (707).











