Pengukuhan LMP Anak Cabang Digelar di Alam Terbuka, Dr. Sultani: Laskar Merah Putih Bukan Premanisme, Tapi Pengabdian

PINRANG, BESTNEWS  — Suasana berbeda mewarnai pengukuhan jajaran Pengurus Laskar Merah Putih (LMP) Anak Cabang se-Kabupaten Pinrang yang digelar di Objek Wisata Faradais, Desa Serang, Kecamatan Duampanua (01/02/2026).

Tidak seperti pelantikan organisasi pada umumnya yang berlangsung tertutup dan formal, kegiatan ini justru dikemas santai, terbuka, dan menyatu dengan keindahan alam.

Konsep pelaksanaan tersebut dipilih langsung oleh jajaran Peranan Wanita LMP, yang dipimpin Wakil Ketua Hj. P. Lilis, bersama Wakil Bendahara Wahida, Koordinator Bidang Hj. P. Biduwati, dan Hartati selaku penanggung jawab proposal kegiatan. Tujuannya, menghadirkan suasana kekeluargaan yang lebih hangat dan membumi.

Sekitar seratus lebih pengurus LMP Anak Cabang dikukuhkan dalam kegiatan ini. Pengukuhan tersebut merupakan tahap awal yang nantinya akan dilanjutkan dengan peresmian besar-besaran gabungan Pengurus Markas Cabang (Marcab) dan 12 Markas Anak Cabang se-Kabupaten Pinrang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Markas Cabang LMP Pinrang, Dr. H. Sultani, M.Si, serta Dewan Penasehat sekaligus Tim Pengembangan LMP Wilayah Utara, H. P. Saini, yang membawahi wilayah Kecamatan Duampanua, Lembang, Cempa, dan Batulappa.

Turut hadir pula jajaran pengurus inti LMP Marcab Pinrang, antara lain Sekretaris Rahim Akil, SH, MH, Bendahara Rustam, S.Sos, Ketua Harian Ismail Tuwo, Drs. Abd. Rahim, M.Pd, Ir. Andi Asri Mangga, serta para wakil ketua bidang, termasuk Wakil Ketua OKK Drs. Asman Asmawi, M.Pd, Wakil Ketua Bela Negara Prn. Abdul Rahman, Wakil Ketua Bencana Darmawan, Wakil Ketua Peranan Wanita Hj. P. Lilis, dan Wakil Ketua Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hj. Rosmiati.

Hadir pula jajaran Srikandi LMP yang dipimpin Hj. Hasni bersama para wakilnya Rahmatia Rahman dan Hj. Nurlina, serta Ketua LMP Marcab Patampanua Nasruddin dan Ketua Harian LMP Marcab Mattirobulu Zainuddin, yang turut membersamai kegiatan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Sultani, M.Si menegaskan bahwa menjadi pengurus Laskar Merah Putih bukanlah untuk mencari fasilitas, melainkan untuk mengabdi dan bekerja.

“Menjadi pengurus LMP itu harus siap mengurus organisasi, bukan justru ingin diurus. Apalagi menjadi sumber masalah di internal. Mengurus organisasi membutuhkan keseriusan, ketekunan, dan kesabaran. Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan materi,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Laskar Merah Putih bukan organisasi gagah-gagahan atau premanisme, melainkan organisasi profesional yang hadir untuk mengayomi rakyat.

“LMP bukan untuk menakuti masyarakat, tetapi untuk melindungi dan membela yang lemah, tertindas, dan terzalimi. Kami bukan melawan pemerintah, justru menjadi mitra strategis pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan sosial masyarakat,” ujarnya.

Dr. Sultani juga mengingatkan bahwa Laskar Merah Putih adalah organisasi nasional yang sah dan berbadan hukum, dengan struktur berjenjang dari Markas Besar di Jakarta, Markas Daerah Provinsi, Markas Cabang Kabupaten, hingga Markas Anak Cabang dan Ranting di desa dan kelurahan. Saat ini LMP dipimpin oleh Ketua Umum H. Muh. Arsyad Cannu, putra daerah Pinrang yang berkiprah di tingkat nasional.
Lebih jauh, ia menegaskan peran LMP sebagai organisasi yang juga menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kami mengawal dan mendampingi pemerintah, sekaligus melakukan pengawasan terhadap kebijakan, pembangunan, dan penggunaan anggaran negara secara proporsional dan profesional. Kekuasaan tanpa kontrol berpotensi melahirkan ketidakadilan,” jelasnya.

Laskar Merah Putih, lanjutnya, adalah gerakan kemanusiaan yang hadir dalam setiap musibah untuk memberi bantuan dan pertolongan secara ikhlas.

Meski bukan organisasi politik, LMP memiliki posisi strategis dalam menentukan arah sikap politik sesuai konstitusi.

“Di LMP ada semua unsur bangsa birokrat, akademisi, politisi, teknisi, pengusaha, petani, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga purnawirawan TNI-Polri. Semua bersatu dalam satu wadah pengabdian untuk bangsa, negara, dan rakyat,” pungkasnya.

Dengan pengukuhan ini, LMP Pinrang semakin menegaskan eksistensinya sebagai kekuatan sosial yang berorientasi pada persatuan, nasionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar simbol, melainkan kerja nyata di tengah rakyat.