PINRANG, BESTNEWS — Komitmen pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan terus menunjukkan hasil nyata. Program Ketahanan Pangan Keramba Jaring Apung (KJA) Ikan Nila di Desa Malimpung,
Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) kini memasuki tahap pertumbuhan optimal dan siap menuju masa panen.
Kepala Desa Malimpung, Andi Syahrir, mengungkapkan bahwa program budidaya ikan nila tersebut diproyeksikan siap dipanen pada usia 120 hari atau sekitar empat bulan masa pemeliharaan.
“Saat ini usia ikan nila di Keramba Jaring Apung yang berada di lokasi Maridi, Jalan Poros Enrekang, telah mencapai sekitar 70 hari dan pertumbuhannya sangat baik,” ujar Andi Syahrir, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah desa dalam mendukung ketahanan pangan nasional berbasis desa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Program KJA ikan nila tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat melalui sektor perikanan budidaya yang berkelanjutan.
Andi Syahrir menegaskan, pemanfaatan dana desa untuk sektor produktif merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah desa terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Kami ingin dana desa benar-benar dirasakan manfaatnya. Ketahanan pangan bukan sekadar program, tetapi investasi jangka panjang bagi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Selain menjaga ketersediaan pangan lokal, keberadaan keramba jaring apung ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat kemandirian desa di tengah tantangan ekonomi dan ketahanan pangan global.
Dengan progres pertumbuhan ikan yang stabil dan perawatan intensif dari kelompok pengelola, panen perdana diperkirakan akan menjadi momentum penting keberhasilan Desa Malimpung dalam mengelola potensi sumber daya perairan secara produktif.
Program ini pun mendapat dukungan masyarakat karena dinilai mampu menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia, dimulai dari tingkat lokal menuju kemandirian nasional (707).






