PINRANG, BESTNEWS – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kelurahan Benteng terus diperkuat melalui kolaborasi nyata lintas elemen. Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) Kelurahan Benteng bersama MAC Laskar Merah Putih (LMP) Patampanua, Bhabinkamtibmas, serta pemerintah kelurahan turun langsung memediasi konflik warga dengan pendekatan humanis dan berkeadilan.
Mediasi yang digelar ini menjadi bukti bahwa penyelesaian masalah tidak selalu harus berujung pada proses hukum formal. Pendekatan Restorative Justice (RJ) menjadi pilihan utama demi menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Lurah Benteng, Andi Rahmat, SE, menegaskan bahwa pemerintah kelurahan berkomitmen mendorong setiap persoalan warga diselesaikan secara damai melalui FKPM.
“Kami menghimbau agar setiap permasalahan di masyarakat diselesaikan secara restoratif melalui FKPM, dengan melibatkan aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI, sehingga tercipta solusi yang adil tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan,” tegasnya.
Ketua FKPM Kelurahan Benteng, Mustamin B. Amus, disebut sebagai motor penggerak dalam proses mediasi tersebut. Ia bersama jajaran FKPM aktif menjembatani komunikasi antar pihak yang berselisih demi mencapai kesepakatan damai.
Sementara itu, Aiptu Nono selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Benteng menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah secara berkelanjutan.
“Kami akan terus intens melakukan pemantauan bersama lurah, Babinsa, dan FKPM demi memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua MAC LMP Patampanua, Nasruddin, yang menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi.
“Laskar Merah Putih siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kelurahan Benteng,” katanya.
Di sisi lain, Mustamin B. Amus menegaskan bahwa FKPM akan selalu hadir di garis depan dalam menciptakan perdamaian.
“Kami ingin Kelurahan Benteng menjadi wilayah yang aman, damai, tentram, dan sejahtera, jauh dari konflik dan pertikaian,” tegasnya.
Sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan warga ini menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Pendekatan dialogis dan kekeluargaan pun terbukti mampu meredam potensi konflik, sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat (707).












