JAKARTA, BESTENEWS – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimaknai penuh semangat patriotisme oleh Ketua Umum (Ketum) Mabes Laskar Merah Putih (LMP), H.M. Arsyad Cannu, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta membangun generasi bangsa yang tangguh demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam ucapan resmi Hari Kebangkitan Nasional 2026 yang beredar luas di berbagai platform media sosial dan komunitas kebangsaan, H.M. Arsyad Cannu menyampaikan pesan kuat bertajuk:
“Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”
Pesan tersebut dinilai menjadi refleksi penting di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, pengaruh budaya asing, hingga tantangan sosial yang dapat memengaruhi karakter generasi muda Indonesia.
Sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan nasional, H.M. Arsyad Cannu menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum muda sebagai penerus perjuangan bangsa.
“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga persatuan, serta membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan berjiwa nasionalis,” ungkapnya (20/05/2026).
Laskar Merah Putih (LMP) sendiri selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kebangsaan, dan penguatan nilai patriotisme di berbagai daerah di Indonesia. Dalam peringatan Harkitnas 2026, LMP kembali menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan nasional.
Nuansa merah putih yang mendominasi desain ucapan tersebut menggambarkan semangat perjuangan, keberanian, dan loyalitas terhadap NKRI. Simbol massa yang mengibarkan bendera merah putih juga menjadi representasi kuat semangat rakyat dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit, bersatu, dan terus melangkah maju menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat (707).












