PINRANG, BESTNEWS – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Pinrang kembali menjadi sorotan.
Pertemuan Ady Franky Baramuli dengan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Jakarta memunculkan berbagai spekulasi di kalangan kader dan masyarakat.
Banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah pertemuan tersebut merupakan sinyal akan adanya penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang atau sekadar ajakan untuk kembali aktif membesarkan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sejumlah kader dan simpatisan Golkar menilai, sebagai partai besar, Golkar memiliki mekanisme dan ruang diskresi yang luas bagi pimpinan dalam mengambil keputusan strategis, termasuk terkait pembinaan dan penugasan kader.
Namun hingga saat ini, Ady Franky Baramuli memilih untuk tidak memberikan komentar panjang mengenai berbagai dukungan yang mengalir dari kader maupun tokoh masyarakat.
Dalam keterangannya, Franky hanya menyampaikan bahwa dirinya tetap menghormati dan mengikuti kebijakan partai (19/06/2026).
“Sampai hari ini saya belum pernah mau berkomentar atas berbagai desakan kader dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan.
Saya hanya mengatakan bahwa saya tunduk pada apa pun perintah dan pertimbangan pimpinan partai,” ujar Franky.
Sikap tenang dan tidak banyak berbicara justru semakin memantik rasa penasaran publik.
Di tengah hangatnya pembicaraan mengenai masa depan kepengurusan Golkar Pinrang, nama Franky Baramuli terus menjadi salah satu figur yang diperhitungkan.
Pengamat politik lokal menilai, pertemuan dengan pimpinan partai di tingkat provinsi tentu memiliki makna strategis, meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai agenda maupun keputusan yang akan diambil.
Di sisi lain, sejumlah kader Golkar berharap figur yang nantinya mendapat amanah mampu menyatukan kekuatan partai dan mengembalikan soliditas organisasi dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terkait hasil pertemuan tersebut maupun kemungkinan adanya penunjukan Plt Ketua DPD II Golkar Pinrang.
Yang pasti, pertemuan di Jakarta itu telah memunculkan satu pertanyaan besar di tengah publik dan keluarga besar Partai Golkar Pinrang:
Apakah ini hanya silaturahmi politik biasa, atau justru menjadi awal babak baru bagi kepemimpinan Golkar di Bumi Lasinrang? Waktu yang akan menjawabnya (707).






