Di Balik Rompi dan Peluit, Ada Air Mata yang Tak Terlihat: Satlantas Polres Sidrap Hadir Mengulurkan Kepedulian

SIDRAP, BESTNEWS – Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas dan padatnya aktivitas masyarakat, sebuah pemandangan menyentuh hati terekam dalam kegiatan sosial Satlantas Polres Sidrap. Seorang anggota Polisi Lalu Lintas tampak berlutut di samping seorang tukang becak lanjut usia, menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Momen tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan gambaran nyata bahwa kehadiran Polri tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir untuk merasakan denyut kehidupan masyarakat kecil yang setiap hari berjuang demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Melalui program “Polantas Untuk Masyarakat”, Satlantas Polres Sidrap kembali menunjukkan wajah humanis Polri. Bantuan diberikan kepada tukang becak dan juru parkir yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat namun kerap luput dari perhatian.

Di bawah terik matahari dan kerasnya perjuangan mencari nafkah, para penerima bantuan tampak haru menerima uluran tangan dari personel Satlantas. Tidak sedikit yang mengaku terharu karena merasa diperhatikan dan dihargai.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat 80 Tahun Pengabdian Polri Untuk Masyarakat, yang mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial.

Kasat Lantas Polres Sidrap, AKP Abang Lamudding, mengatakan bahwa polisi harus mampu hadir tidak hanya saat masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan perhatian dan kepedulian.

“Kami ingin menunjukkan bahwa tugas Polantas bukan hanya mengatur lalu lintas di jalan raya. Di balik seragam yang kami kenakan, ada tanggung jawab moral untuk membantu dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada para tukang becak dan juru parkir yang setiap hari bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya,” ujar AKP Abang Lamudding (25/06/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program sosial tersebut akan terus dilakukan sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu kebutuhan mereka. Yang lebih penting adalah terjalinnya hubungan emosional yang baik antara Polri dan masyarakat. Ketika masyarakat merasa diperhatikan, maka kepercayaan dan kebersamaan akan semakin kuat. Polantas hadir bukan hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi utama pelayanan publik.

Di balik suara peluit dan ramainya kendaraan yang melintas, tersimpan kisah-kisah perjuangan masyarakat kecil. Dan pada hari itu, Satlantas Polres Sidrap memilih untuk tidak sekadar melihat, tetapi turut merasakan dan berbagi, membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa kemanusiaan yang paling mudah dipahami oleh siapa pun.

“Polantas Presisi Hadir untuk Masyarakat, Melayani dengan Hati, Mengabdi Tanpa Henti.” (707).