PINRANG, BESTNEWS – Dinamika politik Partai Golkar Sulawesi Selatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) semakin panas dan menyita perhatian publik.
Mencuatnya kabar bahwa Ilham Arif Sirajuddin (IAS) atau yang akrab disapa Aco IAS telah mengantongi surat diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi magnet utama perbincangan di kalangan kader dan pengurus Golkar di Sulawesi Selatan (25/06/2026).
Meski belum ada penjelasan resmi terkait isi dan dampak politik dari surat diskresi tersebut, banyak pihak menilai bahwa sinyal dari DPP Golkar dapat memberikan pengaruh besar terhadap peta persaingan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Di tengah menghangatnya pertarungan tingkat provinsi, perhatian kader Golkar Kabupaten Pinrang juga mulai tertuju pada agenda berikutnya, yakni perebutan kursi Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pinrang.
Sejumlah nama mulai disebut sebagai figur potensial yang memiliki peluang besar memimpin partai berlambang pohon beringin itu di Bumi Lasinrang.
Tiga nama yang paling sering diperbincangkan adalah Usman Marham, Hastan Mattanete, dan Ady Frangky Baramuli.
Pertarungan Tiga Kekuatan Besar
Usman Marham dikenal sebagai salah satu kader senior yang memiliki pengalaman politik dan jaringan kuat di internal partai.
Kehadirannya dalam bursa ketua DPC dinilai mampu menjadi representasi kader yang menginginkan kepemimpinan berbasis pengalaman dan konsolidasi organisasi.
Di sisi lain, nama Hastan Mattanete juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Figur yang memiliki rekam jejak birokrasi dan komunikasi politik yang luas tersebut disebut memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun soliditas partai menghadapi agenda politik mendatang.
Sementara itu, Ady Frangky Baramuli menjadi nama yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa bulan terakhir.
Tokoh muda yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat itu dinilai membawa semangat regenerasi yang mulai mendapat perhatian dari banyak kader Golkar di Pinrang.
Sejumlah pengamat menilai bahwa pertarungan menuju kursi Ketua Golkar Pinrang tidak hanya berbicara soal popularitas, tetapi juga menyangkut kemampuan membangun komunikasi dengan pemilik suara, konsolidasi organisasi hingga arah dukungan politik yang berkembang pasca – Musda Golkar Sulsel.
Menunggu Arah Angin Politik
Munculnya nama Aco IAS sebagai figur kuat di tingkat provinsi diyakini dapat memberikan efek domino terhadap konstelasi politik Golkar di kabupaten dan kota, termasuk di Pinrang.
Siapa pun yang nantinya memimpin Golkar Sulsel berpotensi memiliki pengaruh dalam proses konsolidasi dan penataan kekuatan partai hingga ke tingkat daerah.
Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Usman Marham maupun Hastan Mattanete terkait keseriusan mereka maju dalam perebutan kursi Ketua DPD II Golkar Pinrang. Kondisi tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi di kalangan kader mengenai peta kekuatan yang sebenarnya.
Sementara itu, nama Ady Frangky Baramuli terus bergema dalam berbagai diskusi politik lokal. Dukungan dari sejumlah kader muda dan simpatisan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat namanya semakin diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan Golkar Pinrang.
Yang pasti, menjelang pelaksanaan Musda Golkar Sulsel dan agenda pemilihan Ketua DPD II Golkar Pinrang, suhu politik internal partai dipastikan akan semakin meningkat.
Pertanyaannya kini, siapakah yang mampu merangkul seluruh kekuatan partai dan membawa Golkar Pinrang lebih solid menghadapi Pemilu 2029?
Usman Marham dengan pengalaman politiknya, Hastan Mattanete dengan jejaring dan kapasitas organisasinya, atau Ady Frangky Baramuli yang membawa semangat regenerasi?
Jawabannya akan ditentukan oleh dinamika politik internal Golkar dan keputusan para pemilik suara yang saat ini masih menjadi penentu arah masa depan Partai Golkar Kabupaten Pinrang (707).






