Persoalan di Dusun Bulu Ngile Tulakan Mulai Menghangat, Begini Tanggapan Kasun dan Berbagai Pihak

PACITAN, BestNews19.com – Sejumlah warga Dusun Bulu, Desa Ngile, Kecamatan Tulakan, Pacitan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan, untuk hearing atau dengar pendapat terkait persoalan yang terjadi di Dusun Bulu.

Adapun poin-poin yang disampaikan salah satunya terkait pengangkatan kembali Kepala Dusun Bulu yang dijabat oleh Jarno yang tanpa pelantikan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Kemudian, terkait kinerja Kasun yang dinilai tidak sesuai harapan masyarakat untuk membawa kemajuan wilayah. Bahkan, dalam 9 tahun terakhir kinerjanya dinilai tidak sesuai dengan Perda nomor 71 tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa.

Meski seusai dengar pendapat, Jarno, Kasun Bulu saat ditemui jurnalis memang enggan berbicara dan berkomentar banyak terkait persoalan yang terjadi di wilayahnya. Namun, setelah sejumlah media memberitakan terkait dirinya, ia pun akhirnya membuka suaranya.

“Apa yang disampaikan itu tidaklah benar. Coba tanya warga saya yang lainnya, apa sama seperti yang disampaikan waktu hearing atau malah sebaliknya,” ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Rabu (07/08/2019) siang.

Menurutnya, terkait pengangkatan kembali sebagai Kasun Bulu tertanggal 19 Juli 2018 itu, sudah sesuai dengan peraturan yang ada dengan rekomendasi Camat Tulakan. Dan, sebelum mengambil langkah lebih jauh, pihaknya akan menunggu terlebih dahulu hasil setelah dilakukan hearing dengan dewan.

“Yang jelas saya akan menunggu dulu bagaimana hasilnya nanti,” imbuh Jarno, tanpa menjelaskan langkah apa yang akan di tempuh selanjutnya.

Di tempat berbeda, sejumlah warga setempat yang enggan disebutkan namanya karena berbagai alasan mengatakan bahwa kinerja Kasun Bulu tidak ada permasalahan yang fatal. Bahkan, dinilai sudah sesuai fungsinya.

“Tidak semua warga di Dusun Bulu mempersoalkan kinerja Pak Kasun, mungkin hanya sebagian saja yang tidak suka. Yang jelas saya pribadi dan keluarga menilai Pak Kasun sudah sesuai fungsinya,” ungkap salah satu warga setempat.

Di tempat yang sama, warga lainnya meminta kepada Kasun Bulu untuk bersabar terlebih dahulu dan melihat perkembangan ke depannya, sebelum mengambil langkah lebih jauh. “Insyaallah, saya nanti beserta warga lainnya akan datang pada saat pertemuan kembali di DPRD,” sahut warga lainnya.

Saat dikonfirmasi, Mantan Kepala Desa Ngile, Triono menerangkan bahwa, terkait proses pengangkatan Kasun Bulu tersebut memang tidak melalui proses pelantikan. Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Seperti apa yang saya sampaikan waktu hearing, mengangkat kembali Pak Jarno sebagai Kasun Bulu, berdasarkan rekomendasi Pak Camat Tulakan dan itu sesuai aturan yang ada, termasuk tidak ada pelantikan,” terang Triono, saat ditanya terkait pengangkatan kembali Kasun Bulu, tertanggal 19 Juli 2018 lalu.

Disinggung soal dugaan adanya jual beli jabatan, Triono menegaskan bahwa hal itu tidak benar. “Ming jarene to (cuma katanya kan) dan itu sama sekali tidak ada dan tidak benar,” ucap Triono, sembari menghentakkan kakinya ke bumi.

Senada, Kapolsek Tulakan, Iptu Agus Irianto juga menegaskan bahwa dugaan adanya jual beli jabatan Kasun itu tidak benar. “Ming jarene (cuma katanya), tidak ada bukti dan itu tidak dibenarkan,” tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu sore.

Kemudian, lanjut Kapolsek Tulakan, terkait persoalan pengangkatan Kepala Dusun Bulu yang tidak melalui proses pelantikan, menurutnya sudah sesuai aturan yang ada.

“Waktu hearing kan sudah disampaikan Pak Iput (Putatmo Sukandar), Kabag Pemerintahan, bahwa proses pengangkatan kembali perangkat desa yang masa periodesasinya berakhir dan belum berusia 60 tahun itu sudah benar. Setelah Pak Jarno (Kasun) diberhentikan, itu bisa diangkat kembali tanpa pelantikan dan itu boleh-boleh saja,” terang Kapolsek.

Sementara itu, Camat Tulakan belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi dan dimintai keterangan terkait persoalan yang terjadi di Dusun Bulu, Desa Ngile, Tulakan, karena sakit (Sgt/Dnt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *