by

32 Warga Deportasi Lakukan Rapid Tes Dan Perekaman Data E-KTP di Gedung Isolasi Mandiri Covid19 Pinrang

PINRANG, BestNews19.com – Kepala dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Andi Pabiseangi bersama kepala dinas Kesehatan yang juga Sekertaris team gugus tugas covid19 Kabupaten Pinrang Drg.Dyah Puspita Dewi melakukan kegiatan Rapid Tes serta perekaman E-KTP kepada 32 warga deportasi yang sedang di isolasi mandiri di gedung isolasi covid19 kabupaten Pinrang.

Ke tiga puluh dua warga deportasi ini telah memasuki hari ke tujuh masa isolasi mandiri dan akan melakukan rapid tes pertama yang selanjutnya dirangkaikan dengan perekaman data E-KTP electronik oleh pihak dinas Kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Pinrang, Kamis (11/06/2020).

“Rapid Tes yang dilakukan hari ini adalah untuk melihat perkembangan kesehatan ke 32 warga deportasi yang di isolasi di gedung isolasi covid19 kabupaten Pinrang”, ungkap Drg.Dyah Puspita Dewi Kadis Kesehatan Kabupaten Pinrang kepada awak media.

Dewi mengatakan bahwa, ” kegiatan rapid tes ini adalah yang pertama buat warga deportasi yang tengah menjalani isolasi mendiri setelah diterima dipelabuhan Pare Pare”.

“Dan apa bila hasil rapid tes ke 32 warga deportasi ini menunjukkan hasil “NON REAKTIF”, kata Dewi”.

“Insya Allah besok pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 pukul 10.00 Wita, akan dilakukan pelapasan kepada 32 warga deportasi oleh Bapak Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid untuk dipulangkan ke kampung halaman masing masing dengan pengawalan camat dan kepala Puskesmas masing masing Kecamatan”, ujarnya.

Senada dengan itu Kepala dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Andi Pabiseangi yang ditemui awak media disela sela perekaman E-KTP kepada 32 warga deportasi tersebut mengatakan, “Kegiatan yang kami lakukan ini adalah sebagai bentuk kepedulian pemerintah kabupaten Pinrang terhadap 32 warga deportasi yang tengah menjalani isolasi mandiri di gedung isolasi mandiri covid19 Pinrang.

“32 warga deportasi ini adalah asli warga masyarakat dari Kabupaten Pinrang, cuman mereka melakukan perantauan di negeri Malaysia dan tidak memiliki surat surat yang lengkap”, ungkap Pabiseangi.

Dia mengatakan, “Perekaman data E-KTP kepada warga deportasi ini tujuannya agar mereka nantinya bisa diakui sebagai warga negara Indonesia yang secara resmi dengan memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Indonesia”.

“Dan nantinya setelah memiliki kartu tanda penduduk, Ke 32 warga ini bisa kembali melakukan pengurusan Pasport untuk Lintas Negara secara legal. Dan tidak was was lagi bila berada diluar daerah Sulawesi Selatan”, tambahnya.

Rita Delima Binti Tamrin Salah satu warga deportasi asal negeri Malaysia yang ditemui awak media usai perekaman data E-KTP mengatakan,” sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Pinrang dalam hal ini Bapak Bupati Pinrang H A Irwan Hamid bersama kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Andi Pabiseangi dan Kepala Dinas Kesehatan yang juga sebagai sekertaris Gugus Tugas Covid19 Pinrang Drg.Dyah Puspita Dewi atas segala bantuan yang diberikan kepada ke 32 warga deportasi asal Malaysia”.

“Kami sangat bahagia pak karena sejak awal penjemputan di pelabuhan Parepare sampai hari ketujuh di gedung isolasi mandiri covid19 Pinrang, kami semua mendapat perlakuan yang sungguh luar biasa”, mulai dari sarana fasilitas di gedung ini, makan, olah raga dan pemeriksaan kesehatan secara rutin bahkan kami pun juga diuruskan E-KTP”, ungkap Rita Delima dengan bahagia (C13).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed