ENREKANG, BestNews19.com – Mahasiswa E-KKN Universitas Muhammadiyah Enrekang kelompok 4 melakukan observasi mengenai tradisi adat “MABALLA “di Dusun Dadeko, desa Rossoan, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.
Menurut masyarakat setempat Maballa adalah suatu tradisi adat yang dilakukan dengan cara menyiapkan makanan yang nantinya di bagikan kepada masyarakat dengan alas makan yang diganti menggunakan daun jati.
Nadilla selaku Mahasiswa E-KKN UNIMEN mengatakan bahwa, tradisi maballa yang dilakukan oleh masyarakat dadeko pada saat acara pernikahan, hari kematian dan acara-acara penting lainnya.
Jadi alasan masyarakat menggunakan daun jati karena aroma makanan akan menjadi wangi dan inilah yang menjadi pembeda dari yang lain.
“Saya merasa sangat takjub dengan tradisi maballa yang dilaksanakan oleh masyarakat dusun dadeko ini karena saya baru pertama kali merasakan langsung dan ini tergolong sangat unik karena alas makannya berbeda dari biasanya” Ujar Dilla nama sapaannya kepada awak Media, pada kamis kemarin.
Sementara itu Ketua Adat ( sebutannya Bilala’) mengungkapkan bahwa, penggunaan daun jati sebagai alas makan itu maksud sebenarnya agar mudah di bersihkan.
Boleh saja menggunakan daun yang lain, tidak harus daun jati asal bersih, mudah di dapatkan dan bisa digunakan sebagai alas makan, hanya saja masyarakat menggunakan daun jati karena daun jati membuat makanan lebih wangi.
“Kami berharap tradisi Maballa ini yang telah ada sejak lama dan tetap di pertahankan hingga saat ini akan tetap keberlanjutan ke depannya. sebab, di zaman sekarang tradisi ini berada di tangan para remaja yang akan meneruskan dan Merekalah yang harus ikut serta mempertahankan kebudayaannya” Ungkapnya (Iqbl/Ajeng).












