Hari Tani Nasional, APBM Tuntut Tiga Hal

PAREPARE, BestNews19.com – Aliansi Petani Bersama Mahasiswa (APBM) gelar aksi unjuk rasa tepat pada peringatan Hari Tani Nasional 2021, di Jalan Ahmad Yani KM3 tepatnya di pertigaan masuk Jalan Jenderal Sudirman, Jumat siang 24 September 2021.

Peringatan Hari Tani penting menjadi pengingat dan penanda bahwa pertanian kerap digemborkan untuk menopang perekonomian bangsa hendaknya tidak melupakan kesejahteraan para petani.

Aksi demo sempat menimbulkan kemacetan dan diwarnai aksi bakar Ban bekas yang menimbulkan kepulan asap menyelimuti titik aksi. Bahkan saat menyuarakan tuntutannya, Jenderal Lapangan menaiki sebuah Truk Kontainer (peti kemas).

Bertemakan Wujudkan Reforma Agraria Sejati, APBM menuntut tiga hal penting kepada Pemerintah Kota Parepare, di antaranya, mendesak pengadaan sertifikasi kepada petani dan peternak yang gagal panen. Yang kedua, mendesak pengadaan kontainer sampah di daerah pesisir, serta menolak pembangunan beton di daerah pesisir.

Jenderal Lapangan, Asrianto menyebut, ada tiga tuntutan dalam aksi tersebut. Selain itu, ini juga merupakan tuntutan awal yang dilakukan dalam rangka peringati Hari Tani Nasional.

“maka dari itu kami mengkampanyekan, alangkah baiknya adanya sertifikasi kepada petani dan peternak yang gagal panen untuk menunjang perekonomian pada masyarakat yang mengalami kerugian. Sebab mereka saat bercocok tanam pastinya ada peminjaman modal untuk pembibitan, namun naasnya ketika waktu panen tiba ternyata mereka gagal panen,” jelasnya.

Kata Asrianto yang juga Presiden Mahasiswa UM Parepare, mengemukakan, kegiatan berwirausaha dilakukan untuk mencari keuntungan. Namun, kegagalan panen membuat ekonomi petani/peternak pun merosot.

“Makanya solusinya pengadaan sertifikasi agar mereka bisa mendapatkan subsidi pupuk\bibit,”

Tidak hanya itu, ia juga menyebut, kota Parepare merupakan kota yang memiliki pesisir pantai. Olehnya itu, pihaknya mendesak pengadaan Kontainer sampah di sekitar pesisir pantai sebab lingkungan sekitar perlu dilestarikan.

“Kita juga mendesak agar pembangunan beton di pesisir pantai dihentikan karena itu dapat mengganggu alam sekitar. Maka dari itu ketiga tuntutan ini kami bawa untuk disosialisasikan,” tegasnya (Sanji).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *