HIMTI Makassar Gelar Bazar Dan Dialog Dengan Tema “MENOLAK LUPA KEKERASAN AKADEMIK DI STIMIK AKBA”

MAKASSAR, BestNews19.com – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika ( HIMTI) Stimik Akba Makassar Menggelar Bazar Dan Dialog dengan tema menolak lupa kekerasan akademik di stimik akba (12-12-2019) yang dilaksanakan di warkop RMS kelurahan tello baru, kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 12 desember 2021.

Kegiatan tersebut menghadirkan 11 mahasiswa yang menjadi korban Drop Out ( DO) oleh birokrasi Stimik Akba Makassar menjadi narasumber dalam rangka mengenang 2 tahun kekerasan akademik dan atiqah wulandari sebagi host .

Misbah Selaku Korban Drop Out mengatakan bahwa, Kekerasan akademik yang menimpah sebelas mahasiswa stimik akba makassar adalah bentuk tindakan antik kritik birokrasi kampus yang mengeluarkan SK DO secara sepihak tanpa melalui prosedur yang diatur dalam buku merah.

sehingga menjadi kekecewaan bersama korban drop out karena sudah 2 tahun lamanya yang sampai saat ini belum diketahui motif kesalahan yang sebenarnya dilakukan oleh mereka.

“kami hanya menuntut keadilan dan mewujudkan prinsip-prinsip demokrasi yang tidak lagi diterapkan oleh birokrasi kampus stimik akba makassar yang dianggap fasis dan anti kritik, sebab tidak memberikan jawaban yang rasional terhadap mahasiswa yang menuntut haknya dan hanya mengandalkan kekuasaannya untuk mengeluarkan mahasiswa yang kritis secara sepihak” ujarnya pada awak media, Senin ( 13/12/2021).

ia menambahkan bahwa, keluhan mahasiswa yang masih aktif melakoni akademiknya di dalam kampus stimik akba makassar masih saja terjadi, sebab tidak ada lagi kebebasan berorganisasi yang mereka rasakan atas perlakuan birokrasi yang sudah diluar koridor tupoksinya sebagaimana semestinya.

ironisnya lagi, tindakan intimidasi, diskriminatif yang masih saja dirasakan mahasiswa membuat kawan-kawan lembaga geram dengan perlakuan birokrasi yang semakin jadi-jadi semenjak mereka berhasil drop out (DO) sebelas mahasiswa dan dijadikan instrumen untuk menakut-nakuti mahasiswa.

“kami sebagai korban drop out tidak akan pernah melupakan sejarah kekerasan akademik ini sampai kapanpun dan tetap akan selalu kami kampanyekan sampai keadilan dan prinsip-prinsip demokrasi didalam kampus stimik akba makassar diwujudkan sebagaimana yang diatur dalam UUD 1945” tegas Korban Drop out.

kegiatan yang diselenggarakan berjalan lancar dan terjadi diskusi panjang antara peserta dengan narasumber serta akan mengagendakan aksi didepan kampus stimik akba makassar dengan grand Isu “Menolak Lupa Kekerasan Akademik Kampus Stimik Akba Makassar” (Rls/D-Je).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *