PINRANG| LEMBANG, BestNews19.com – Salah satu warga asal Dusun Buttu Batu, Desa Kariango, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terpaksa ditandu menggunakan kain sarung untuk menuju ke puskesmas karena hendak melahirkan.
Diketahui nama ibu hamil tersebut adalah Asmia (33), dan kejadiannya pada Jumat pagi tanggal 06 Januari 2023.
Asmia dengan terpaksa harus di tandu dari Desa Kalosi menuju Desa Bakaru karena akses jalan di Dusun Buttu Batu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Dan kondisi jalan di daerah tersebut sangat rusak, juga terjal sebab berada pada lokasi terpencil di daerah pegunungan Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.”
Kejadian itu sempat viral di beberapa media sosial WhatsApp dan Facebook diaman tampak warga Dusun Buttu Batu harus berjibaku menggotong Asmia dengan berbekal bambu dan kain sarung.
Warga desa Kalosi Kecamatan Lembang bergantian menggotong Asmia menuju Desa Bakaru yang mana telah disiapkan kendaraan roda empat Mobkes Desa Kariango untuk membawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Lasinrang Pinrang.”
Didesa Kalosi sendiri akses pelayanan kesehatan belum ada sama sekali, olehnya itu warga yang menandu Asmia harus menempuh jalur menurun dan mendaki sepanjang 7 kilometer untuk sampai ke Desa Bakaru atau memakan waktu tiga jam.
Asmia yang tiba di Desa Bakaru, langsung dilarikan ke RSU Lasinrang Pinrang menggunakan mobil kesehatan (Mobkes) Desa Kariango, Kecamatan Lembang, yang sudah disediakan oleh Kepala Desa Kariango.
Setelah dirinya menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari Desa Bakaru ke Puskesmas Salimbongan untuk melanjutkan ke rumah sakit Lasinrang Pinrang.”
Bidan Desa Kariango, Syamsiar yang menemani Asmia mulai dari Dusun Buttu Batu hingga ke rumah sakit bercerita bagaimana perjuangannya bersama warga membawa Asmia ke puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Lasinrang yang berada di pusat kota.
Syamsiar mengatakan, awalnya Asmia menelponnya karena katanya dia sudah mau melahirkan pada Kamis (05/01/2023) malam.
Syamsiar pun ke rumah Asmia untuk mengecek kandungannya.
” Ternyata sudah pembukaan lengkap. Tapi, tiba-tiba Ibu Asmia tidak merasa sakit. Artinya sudah tidak normal. Jadi kami ambil inisiatif untuk bawa ke fasilitas kesehatan,” kata Syamsiar kepada awak media saat ditemui di rumah sakit Lasinrang Pinrang
Karena kondisinya sudah malam dan saat itu hujan lebat, akhirnya diputuskan agar Asmia dibawa ke puskesmas.”
“Pagi harinya itu, sekitar pukul 06.00 Wita, saya baru kumpulkan warga untuk membantu menggotong Ibu Asmia. Alhamdulillah, terkumpul dan Pak Dusun Buttu Batu dan warga pun menggotong Ibu Asmia menggunakan sarung,” ucapnya.
Dikatakan, Jumat pagi itu juga hujan deras. Karena tidak ada waktu lagi, akhirnya warga menerobos hujan.
Beberapa warga terlihat menggunakan jas hujan dan jaket.
“Karena sudah tidak ada waktu lagi dan Ibu Asmia juga sudah lemas. Akhirnya kita tandu Ibu Asmia meskipun dalam kondisi hujan saat itu,” tuturnya.
“Butuh waktu yang lumayan panjang. Mulai dari pukul 06.00 Wita kami start dari Dusun Buttu Batu. Sampai di Desa Bakaru pukul 08.30 Wita. Kemudian dari Desa Bakaru ke Puskesmas Salimbongan, kami tiba pukul 09.30 Wita. Selanjutnya, Ibu Asmia harus di rujuk ke RSUD Lasinrang. Kami sampai di rumah sakit itu sekitar pukul 12.00 Wita,” jelasnya.
Syamsiar menuturkan, sampai di RSUD Lasinrang, Asmia langsung ditangani.
“Saya cuma antar beliau sampai RSUD Lasinrang kemudian kembali pulang ke Dusun Buttu Batu,” sebutnya (Dje).






