Gowa 705 Tahun: Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan Teguhkan Spirit Kejayaan Raja-Raja Gowa

GOWA, BESTNEWS – Momentum peringatan Hari Jadi Gowa ke-705 menjadi ruang penghormatan bagi sejarah panjang kerajaan besar yang pernah berjaya di timur Nusantara. Di tengah semangat adat dan budaya yang kental, Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhammad Ridwan menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghormatan mendalam bagi tanah kelahiran para raja, para karaeng, dan pejuang maritim Nusantara (17/11/2025).

Dalam pernyataannya, Kombes Muhammad Ridwan menegaskan bahwa Gowa bukan sekadar kabupaten, tetapi simbol kejayaan masa lalu yang terus mengalir dalam denyut nadi masyarakat hingga hari ini.

“Selamat Hari Jadi Gowa ke-705. Tanah Gowa adalah tanah sejarah, tanah adat, tanah perjuangan. Dari Somba Opu hingga puncak gunung Bawakaraeng, semangat keberanian dan kebijaksanaan leluhur tetap hidup. Semoga Gowa semakin maju, aman, dan menjadi kebanggaan Sulawesi Selatan,” ujar Dansat Brimob penuh hormat.

Ia menyebut bahwa nilai adat seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge adalah warisan luhur yang harus dijaga lintas generasi. Nilai yang bukan hanya memperkuat identitas masyarakat Gowa, tetapi menjadi fondasi harmoni sosial di seluruh Sulawesi Selatan.

Perayaan HUT Gowa yang ke-705 tahun ini juga menjadi refleksi panjang perjalanan kerajaan besar yang pernah berjaya melalui Sultan Hasanuddin, Sang Ayam Jantan dari Timur. Semangat keberanian itu, kata Kombes Muhammad Ridwan, sejalan dengan tugas Brimob dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Brimob Polda Sulsel hadir sebagai penjaga keamanan yang menghormati adat dan budaya. Semoga hubungan sinergis antara masyarakat Gowa dan kami terus terjalin dengan baik demi masa depan yang lebih kuat,” tambahnya.

Dengan tema perayaan yang memadukan tradisi, budaya, dan pembangunan modern, momen Hari Jadi Gowa ke-705 menjadi panggilan untuk terus melestarikan warisan leluhur, menjaga keamanan, sekaligus menatap masa depan yang lebih sejahtera.

Gowa tetap berdiri teguh dengan adat yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh panas. Sebuah warisan peradaban megah yang terus hidup dalam keseharian masyarakatnya.

Dirgahayu Gowa ke-705. Tanah Karaeng, tanah sejarah, tanah kebesaran (707).

News Feed