PINRANG, BESTNEWS – Perang melawan narkotika di Kabupaten Pinrang memasuki babak serius. Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Pinrang kembali mencetak prestasi besar dengan membongkar jaringan narkoba internasional asal Malaysia, mengamankan 3,2 kilogram sabu senilai Rp3,8 miliar.
Pengungkapan kasus spektakuler ini dipaparkan langsung oleh Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Manggabarani dalam konferensi pers gelar perkara di Halaman Mapolres Pinrang, Selasa (13/1/2026). Keberhasilan ini menegaskan bahwa Pinrang bukan wilayah yang bisa dijadikan ladang empuk peredaran narkotika.
Empat Kurir Jaringan Malaysia Dibekuk
Kasus ini bermula dari penangkapan seorang tersangka di Kampung Palia, Kelurahan Macinnae, Kecamatan Paleteang, Senin malam (29/12/2025) sekitar pukul 19.30 Wita.
Dari pengembangan cepat dan terukur, Satresnarkoba Polres Pinrang berhasil mengungkap jaringan yang lebih besar dan membekuk empat kurir narkoba lintas negara.
Empat tersangka tersebut masing-masing berinisial:
SY alias AO (42)
AL (38)
HY alias AP (38)
SH alias AC (29)
Dari tangan para pelaku, polisi menyita empat bungkus teh China berwarna hijau, masing-masing berisi sabu dengan berat lebih dari satu kilogram. Total barang bukti mencapai 3,2 kilogram sabu siap edar.
Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan kerja instan, melainkan hasil sinergi kuat antara Pemkab Pinrang, jajaran kepolisian, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Ini bukti nyata bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan masyarakat dalam memberikan informasi sangat menentukan keberhasilan kami memutus mata rantai peredaran narkotika,” tegas Kapolres.
Ia juga memberikan apresiasi kepada warga yang berani melapor dan tidak takut melawan kejahatan narkoba.
Bupati Irwan Hamid: Ini Alarm Keras untuk Kita Semua
Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos yang hadir langsung dalam gelar perkara menyampaikan apresiasi tinggi atas ketegasan dan keberanian Satresnarkoba Polres Pinrang.
Menurutnya, fakta bahwa seluruh tersangka bukan warga Pinrang menjadi sinyal bahaya bahwa jaringan narkoba terus mencari celah dan wilayah baru.
“Ini alarm keras bagi kita semua. Narkoba tidak mengenal batas wilayah.
Jika kita lengah, Pinrang bisa menjadi sasaran. Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat adalah benteng utama,” tegas Bupati Irwan.
Ia kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan demi menyelamatkan generasi muda.
Tokoh Masyarakat: Ini Langkah Nyata Selamatkan Masa Depan Anak Bangsa
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Pinrang, H. Arsyad, yang menilai pengungkapan ini sebagai langkah konkret dan berani dalam melindungi masa depan generasi muda.
“Ini bukan sekadar penangkapan.
Ini upaya nyata menyelamatkan anak-anak kita dari kehancuran narkotika. Kami mendukung penuh kerja keras Satresnarkoba Polres Pinrang,” ujarnya.
Ia berharap momentum ini semakin memperkuat kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.
Perang Terhadap Narkoba Tak Boleh Kendur
Pengungkapan 3,2 kilogram sabu jaringan Malaysia ini menjadi bukti bahwa ancaman narkotika masih nyata dan masif. Semua pihak sepakat, pemberantasan narkoba bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi perjuangan menjaga keamanan daerah dan masa depan generasi Pinrang.
Polres Pinrang menegaskan komitmennya: tidak ada ruang, tidak ada kompromi, dan tidak ada toleransi bagi jaringan narkoba di Bumi Lasinrang.






