BREAKING NEWS: Senior Bripda Dirga Telah Diamankan, Ditkrimum & Propam Polda Sulsel Bergerak Cepat Untuk Tegakkan Keadilan

PINRANG, BESTNEWS — Kematian anggota muda Polri, Bripda Dirga Pratama, bukan sekadar kabar duka biasa.

Peristiwa ini berkembang menjadi perhatian luas masyarakat setelah muncul dugaan keterlibatan senior di lingkungan internal kepolisian.

Publik kini menanti satu hal: apakah hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang pangkat dan jabatan?

Awal Kasus yang Mengguncang Internal Polri
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus ini bermula dari peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Bripda Dirga Pratama.

Situasi tersebut langsung memicu perhatian internal Polda Sulawesi Selatan.

Tak butuh waktu lama, aparat bergerak.

Bripka B, yang diketahui merupakan senior almarhum, telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.

Langkah cepat ini menjadi sinyal awal bahwa institusi kepolisian mencoba menunjukkan respons serius terhadap kasus yang sensitif dan menyita perhatian publik.

Ditkrimum dan Propam turun bersamaan
berbeda dengan penanganan kasus biasa, penyidikan perkara ini dilakukan secara paralel oleh dua unsur penting:

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sulsel menangani aspek pidana.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) mengusut dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin anggota.

Keterlibatan dua unit ini menandakan bahwa kasus tersebut tidak hanya dilihat sebagai persoalan individu, tetapi juga menyangkut integritas institusi.

Komitmen Transparansi dari Polda Sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H menegaskan penyidikan dilakukan secara terbuka.

“Kasus ini akan ditangani secara serius dan transparan tanpa tebang pilih. Siapapun yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya (23/02/2026).

Pernyataan ini menjadi penting di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap profesionalitas penegakan hukum di internal Polri.

Kapolda Sulsel Turun Langsung: Pesan Simbolik untuk Publik

Momentum paling menyentuh terjadi saat Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro datang langsung ke rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.

Kehadiran Kapolda bukan sekadar kunjungan formal.

Di tengah suasana haru dan tangis keluarga, kunjungan tersebut dipandang sebagai pesan moral bahwa pimpinan tertinggi kepolisian daerah memberi perhatian penuh terhadap kasus ini.

Bagi masyarakat, langkah ini menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah duka keluarga korban.

Pertanyaan Besar yang Masih Menunggu Jawaban

Meski penyidikan telah berjalan, sejumlah pertanyaan krusial masih mengemuka:

Apa sebenarnya kronologi lengkap kejadian?

Apakah terdapat unsur kekerasan?

Adakah pelanggaran prosedur di lingkungan internal?

Sejauh mana tanggung jawab komando akan ditelusuri?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan arah kepercayaan publik terhadap hasil penyidikan.

Ujian Integritas Institusi

Kasus kematian Bripda Dirga Pratama kini tidak hanya menjadi perkara hukum, tetapi juga ujian integritas bagi institusi Polri.

Transparansi, akuntabilitas, serta keberanian menindak pelanggaran internal menjadi indikator utama yang dinilai masyarakat.

Jika penanganan berjalan terbuka dan adil, kasus ini berpotensi menjadi momentum pemulihan kepercayaan publik. Sebaliknya, sedikit saja celah ketertutupan dapat memicu gelombang ketidakpercayaan yang lebih luas.

Untuk saat ini, penyidikan masih terus berlangsung.

Dan seluruh mata publik tertuju pada satu harapan: keadilan bagi Bripda Dirga Pratama (707).