by

Jawaban Kadis Kesehatan Pinrang Akan Kematian Bayi Umur 3 Bulan Usai Di Imunisasi

PINRANG, BestNews19.com – Seorang balita bernama Muh Uwais Alqarni berumur 3 bulan meninggal dunia usai di imunisasi di Posyandu Mekar jalan Kandea Kelurahan Penrang Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang Sulwesi Selatan pada hari Selasa 09 Juni 2020.

Balita Muh Uwais Alqarni anak dari pasangan suami istri Supriadi dan Hasniar menghembuskan nafas terakhir pada pukul 16.00 Wita, setelah mendapatkan pertolongan pertama penanganan medis di Puskesmas Salo dan dirujuk ke Rumah Sakit Aisyah (RBA) Pinrang.

“Sebelum dibawa ke Posyandu untuk dilakukan imunisasi anak saya Muh Uwais Alqarni masih dalam kondisi sehat dan ceria”, kata Hasniar ibu dari Muh Uwais Alqarni yang ditemui awak media dirumahnya.

“Setibanya kami di Posyandu Mekar dijalan Kandea, anak saya juga masih tetap sehat, bahkan dirinya sempat bermain bersama tantenya yang juga bertugas sebagai tenaga medis pada kegiatan Posyandu”, kata Hasniar, Rabu (10/06/2020).

Empat jam kemudian kata Hasniar, ” anak saya mengalami gejala yang aneh pada tubuhnya terlihat kebiru biruan dan dari hidungnya keluar cairan berbusa, muntah, BAB serta mengeluarkan suara tangis yang tak seperti biasanya”.

“Keluarga yang melihat langsung melarikan anak saya ke Puskesmas terdekat yang berada di Kelurahan Salo”, akan tetapi tenaga medis yang kami temui disana tidak bisa berbuat apa apa kepada anak saya, pasalnya kata tenaga medis tersebut bahwa anak saya nanti diberikan bantuan pernafasan ketika anak ibu mengalami kejang kejang dan hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada anak saya”, tuturnya kepada awak media.

Lanjut kata Hasniar,” karena makin khawatir kami selanjutnya meminta kepada pihak Puskesmas Salo agar merujuk anak kami ke Rumah Sakit Aisyah (RBA) Pinrang dengan menggunakan kendaraan Ambulance milik Puskesmas Salo, akan tetapi kendaraan tersebut tidak ada dilokasi”.

“Dengan terpaksa kami harus mengantar anak kami dengan menggunakan kendaraan roda dua. Setelah didepan gerbang Puskesmas mobil ambulance milik Puskesmas Salo sudah tiba dan langsung mengantar kami ke Rumah Sakit Aisyah (RBA)”.

“Setibanya di rumah sakit anak kami sudah tidak bernafas lagi dan pihak rumah sakit mengatakan bahwa “anak ibu sudah meninggal dunia”. Setelah itu saya bersama keluarga langsung kembali kerumah dengan membawa jenazah anak kami”, jelasnya dengan sedih.

Kematian bayi Muh Uwais Alqarni dibenarkan oleh ibu kadis Kesehatan Kabupaten Pinrang Drg. Dyah Puspita Dewi yang di temui awak media saat mengunjungi Puskesmas Salo.

Dewi kata dia,” betul kejadiannya itu kemarin pukul 14.15 Wita di jalan Kandea Kelurahan Penrang Kecamatan Watang Sawitto. Dan kejadian ini sudah di tangani oleh pihak pemerintah Kelurahan Penrang bersama Polsek Watang Sawitto dan pihak Puskesmas Salo yang juga dihadiri oleh keluarga balita Muh Uwais Alqarni dirumahnya”.

Dewi mengatakan bahwa ,” untuk kejadian ini kita tidak bisa mengatakan secara langsung kalau kematian balita ini akibat dari imunisasi karena jika seorang balita yang mengalami kelainan pada waktu usai melakukan imunisasi itu masa tenggang waktunya dua jam setelah dilakukan imunisasi”.

“Dan jika itu terjadi setelah dua jam dilakukan imunisasi berarti ini murni karena imunisasinya, akan tetapi ini terjadi setelah beberapa jam dan mungkin saja ini ada penyakit lain yang mengakibatkan balita tersebut meninggal dunia”, jelasnya.

Senada dengan itu salah dokter di Puskesmas Salo bernama Dr Leni Irawan mengatakan, ” Kematian balita yang telah di imunisasi tersebut bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena penyakit bawaan atau keturunan. Karena berdasarkan informasi yang kami dapati bahwa saudara kandung balita ini juga meninggal dunia pada umur 40 (Empat Puluh) hari”.

“Dan untuk persolan pelayanan di Puskemas Salo, para tenaga medis baik itu Dokter, perawat bidan yang ada di Puskesmas ini, semua sudah memiliki surat STR dan pastinya mereka akan melayani masyarakat sesuai SOP Puskesmas”, Imbuhnya.

Karena kata dia, “Surat Tanda Registrasi (STR) sangat penting bagi Tenaga Kesehatan. Surat Tanda Registrasi (STR) merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Dan tenaga kesehatan yang telah memiliki STR dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan”, jelasnya mengakhiri (C13).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed