oleh

Resmob Parepare Amankan Dua Lelaki Penjual Tiket Palsu Laga PSM Makassar VS Persija

PAREPARE, BestNews19.com – Untuk menyaksikan laga PSM Makassar vs Persija di stadion gelora BJ Habibi pada jumat 05 Agustus 2022, para suporter PSM dari segala penjuru Provinsi Sulsel rela meluangkan waktu dan mengocek kantong mereka untuk datang dan mendapatkan tiket masuk ke stadion gelora BJ Habibi.

Namun lain yang dialami dua orang suporter PSM Makassar ini, dirinya yang hendak menyaksikan laga klub kesayangannya di stadion gelora BJ Habibi, malah mengalami nasib yang kurang baik.

Pasalnya korban inisial JM dan KM ini telah mengalami tindak penipuan dan pemalsuan tiket laga liga I antara PSM Makassar vs Persija pada jumat kemaren.”

Dari keterangan korban JM bersama KM kepada Kanit Resmob Satreskrim Polres Parepare Aiptu Benny Hasan mengatakan, saat dirinya hendak untuk menonton pertandingan sepak bola BRI Liga I antara PSM Makassar vs PERSIJA Jakarta di stadion gelora BJ Habibi Parepare.”

Dirinya bersama rekannya di tawari tiga (3) lembar tiket masuk stadion oleh seorang pemuda yang berinisial AM, namun korban curiga dengan bentuk tiketnya dan selang beberapa saat kemudian korban menanyakan tentang tiket tersebut pada pihak kepolisian.” Beber Aiptu Benny Hasan.

Dan setelah dicek kebenarannya pada panitia di stadion gelora BJ Habibi Kota Parepare ternyata tiket tersebut adalah palsu.” Kata Aiptu Benny Hasan.

Sehingga korban langsung mencari pelaku bersama rekannya di area sekitar stadion gelora BJ Habibi.”

Dari hasil informasi kedua korban serta penyidikan team Resmob Satreskrim Polres Parepare dilokasi kejadian.

Team berhasil menemukan pelaku penjualan tiket palsu yang berinisial AM, selanjutnya di lakukan interogasi dan pengembangan kemudian team Resmob Satreskrim Polres Parepare juga berhasil mengamankan rekan pelaku AM yang berinisial RS dirumah keluarganya tanpa melakukan perlawanan.”

Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Deki Marizaldi yang ditemui awak media dilokasi kejadian mengatakan, setelah curiga akan bentuk dari tiket yang dibeli kedua korban selanjut langsung melaporkan pada unit Resmob Satreskrim Polres Parepare yang saat itu tengah melalukan pengamanan bersama personil gabungan Polres Parepare di depan stadion gelora BJ Habibi.

Kemudian Kanit Resmob Aiptu Benny Hasan langsung melakukan serangakaian pendidikan dan berhasil mengamankan pelaku di lokasi dan juga rekannya yang berada dirumah keluarganya.” Ungkap AKP Deki (Sabtu, 06/08/2022).

“Kedua korban ini mengalami kerugian sebesar Rp. 165.000,- (Seratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah) dari pembelian tiket palsu tersebut.” Kata AkP Deki Marizaldi.

Dari hasil interogasi kepada pelaku AM yang saat ini berada di posko Resmob Satreskrim Polres Parepare, mengakui bahwa dirinya telah menjual tiket palsu kepada kedua korbannya, dimana tiket itu diberikan langsung oleh rekannya RS.”

Sedangkan pelaku RS juga mengakui dan membenarkan bahwa telah melakukan tindak pidana pemalsuan serta penggandaan tiket pertandingan Liga I Antara PSM Makassar vs Persija Jakarta.”

Dimana dirinya telah menggandakan tiket tersebut di toko ATK sebanyak 40 (empat puluh) lembar masing – masing 1 (satu) tiket 10 (sepuluh) lembar dari 4 (empat) tiket milik KM. Pelaku membeli tiket tersebut dari seseorang yang tidak dia kenal di depan lapangan Sumpang sebanyak 4 (empat) lembar lalu dia gandakan.” Jelas Kasat Reskrim Polres Parepare secara rinci kepada awak media.

Lanjut kata AKP Deki kepada awak media, untuk barang bukti yang kami sita dari kedua tangga pelaku antara lain, 24 (Dua puluh empat) lembar tiket palsu PSM Makassar vs Persija, 1 (satu) Unit printer merek Epson L3110 warna hitam, uang sebanyak Rp.497.000 yang masing masing (Rp.100.000 satu lembar, Rp.50.000 tujuh lembar, Rp.10.000 dua lembar, Rp.5.000 tiga lembar, Rp.2.000 lima lembar, Rp.1.000 dua lembar serta 5 unit handphone yakni handphone jenis vivo 21y warna biru, Samsung warna hitam, Vivo warna biru, Realmi warna biru, dan Samsung warna gold.”

Kepada kedua pelaku pasal yang disangkakan adalah Pasal 263 kuhp dan atau 378 kuhp Jo Pasal 55, 56 kuhp pidan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.” Tutup AKP Deki Marizaldi kepada awak media (709).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *